Selasa, 14 Juni 2011

Wow! SIM Card Laku Keras di Indonesia

Wow! SIM Card Laku Keras di Indonesia

      Wow! Jumlah SIM Card yang beredar di Indonesia ternyata sudah melampaui jumlah penduduk Indonesia lho.
Begitu yang diungkapkan Sarwoto Atmosutarno (Ketum Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia) saat opening ceremony Indonesia International Communication Expo & Conference (ICC) 2011 yang mulai digelar hari ini (8/6) di Jakarta. Namun, apakah itu artinya Indonesia segera menggelar broadband besar-besaran?
Ternyata belum. Setidaknya demikian yang ingin disampaikan oleh Tifatul Sembiring (Menkominfo) yang memaparkan roadmap Indonesia di bidang ICT. Menurut Tifatul, sampai tahun 2014 ini, Indonesia akan menuju apa yang disebut Indonesia Informative.

       Artinya, para pengambil keputusan di bidang pemerintahan maupun bisnis akan mengambil keputusan dengan landasan informasi yang kuat dan akurat. Demikian pula dengan masyarakat, yang diharapkan membuat setiap keputusan berbasiskan informasi bukan sekadar rumor.

       kapan Indonesia akan menuju era broadband? Tahun 2015, demikian kata Tifatul. Dan tahun 2018 adalah era Indonesia Digital.
Penerapan wireless broadband, menurut Menkominfo, bukan hanya tentang perluasan infrastruktur. "Akan ada perubahan mazhab telekomunikasi yang cukup signifikan, di mana dulu kita menggunakan pita sempit untuk suara. Kini kita menuju pita lebar untuk multimedia," imbuhnya. Dulu PSTN sekarang telekomunikasi akan lebih banyak bersandar pada infrastruktur internet yang sifatnya lebih global.

         Selain itu, Tifatul Sembiring juga menyoroti pengaruh penetrasi broadband terhadap kenaikan GDP. Sebuah riset yang digelar oleh World Bank tahun 2009 lalu memaparkan bahwa setiap kenaikan penetrasi broadband sebesar 10% juga akan menggenjot GDP sebanyak 1,21%.

         Namun Menkominfo juga mengingatkan tiga hal yang harus diperhatikan oleh pelaku industri, vendor yang terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi broadband. Pertama, ia berharap pengembangan broadband ini akan meningkatkan daya serap konten lokal. Lalu, Tifatul juga  minta pelaku industri memperhatikan dan memprioritaskan SDM lokal. Selain itu ia juga mengharapkan agar produk dan layanan berbasis broadband yang nantinya akan dikembangkan harus menunjang inisiatif mencerdaskan semua elemen bangsa. "Seharusnya teknologi semacam ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal yang lebih produktif, semisal riset dan pendidikan," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar